Tampilkan postingan dengan label stir fry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stir fry. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Juni 2013

tumis baby buncis bacon






waktu saya ke bali sengaja pergi ke titiles untuk beli beberapa olahan babi. sebenarnya bisa aja sih pesan dari jakarta, tapi gak ada salahnya juga mampir biar bisa ngerasain atmosfer : belinya jauh-jauh dari bali lho.. ah norak yaa..biarin.

okaayy stir fry ini so simple tapi nuampol pol. baby buncis-nya jangan dimasak terlalu lama, supaya masih terjaga sensasi krenyes dan manis alami dari sayuran ini. rasa stir fry ini harum bawang putih dengan minyak wijen dan bacon yang ciamiikk enak banget. biar makannya lebih enak, campur nasi putih dengan butter / margarine.. damn.. enak banget.

okay, saya mencincang bawang putih agak banyak. cek ke youtube dan ketik jamie oliver knife  skills untuk tahu gimana caranya menggunakan pisau. saya enggak pernah kursus masak tapi punya jadwal tiap hari browsing dari youtube dan google tentang resep dan teknik masak, jadinya belajar otodidak dan saja bangga dengan pencapaian itu, karena tekun dan niat, mau meluangkan waktu untuk cari tahu. semesta kan sudah menyediakan, tinggal kita-nya aja mau menggunakan atau enggak. youtube-nya ada, banyak orang baik bagi ilmu, tinggal pinter-pinter aja mendidik diri sendiri, meningkatkan kualitas dan value diri sendiri. 

dalam wajan panas saya tuang 2 sdm minyak wijen, kemudian masuk cincangan bawang putih sekaligus rajangan bacon. aduk cepat kemudian masuk baby buncis. supaya tak gosong bumbunya, kepyur dengan air, aduk-aduk dengan seksama supaya baby buncisnya layu tapi tetap krenyes. gunakan api besar dan kepyur air sesekali. main api penting di sini. beri kaldu bubuk rasa ayam secukupnya untuk menguatkan rasa.
sudah gitu saja. gampang dan enggak neko-neko. 

please give it a try..

until then berkah dalem .. dan terus eksplorasi sama makananmu.. temuin asiknya duplikasi makanan dan nemuin resep baru yang lebih seru buat seleramu  

Selasa, 25 Juni 2013

sambal tongkol suwir jagung putren






saya ketagihan sama dish sederhana ini.. nikmat banget dimakan dengan nasi hangat. kalau kamu suka ikan tongkol, saya kira kamu juga akan ketagihan.

ketika beli di pasar, minta saja sama penjual ikan untuk memfillet ikan tongkolmu. tapi kamu ambil juga tulang dan kepalanya ya. itu masih bisa dibuat kaldu. 

okay, daging ikan tongkol yang sudah bersih tulang dan kepalanya itu  kira-kira setengah kilo, saya rendam dalam sedikit garam dan air jeruk nipis. diamkan beberapa saat kemudian kukus selama 25 menit. angkat, dinginkan dan suwir-suwir.

sambil menunggu kukusan ikan, saya mengulek 8 bawang merah, 5 bawang putih, 5 cabe rawit merah besar, 2 cabe merah keriting, seruas kencur, seruas jahe, secuil kecil lengkuas. kemudian saya merajang halus 2 batang besar daun bawang, 5 batang sereh muda, 2 buah tomat merah mengkal.

jagung putren dibersihkan kemudian diiris serong, saya siapkan semangkuk besar. 

siap deh. tumis bumbu halus dalam minyak panas. aduk hingga harum dan berubah warna. kepyur sedikit dengan air agar bumbu enggak gosong. masukkan rajangan tomat dan sereh, beri 3 lembar daun salam. masak hingga tomat hancur dalam api besar, kemudian masukkan jagung putren-nya. beri garam, kaldu bubuk dan gula jawa. kepyur tumisan sesekali supaya jagung putren lunak. 

masukkan rajangan halus daun bawang dan aduk hingga terbalut seluruhnya. kemudian terakhir masukkan suwiran ikan tongkolnya. beri air sedikit dan aduk hingga rata hingga air habis. icipi rasanya. 
 
siap dihidangkan dengan nasi hangat. 

oya sayuran yang bisa ditambahkan bukan Cuma jagung putren. kamu bisa tambahkan terong goreng. atau jamur tiram. kalau pakai jamur-jamuran, masukkan bahan pada akhir pengerjaan ya, soalnya jamur cepat sekali matang dan sangat menyerap asin atau manis-nya dishes yang sedang kamu masak. 

please give it a try..

until then berkah dalem .. dan terus eksplorasi sama makananmu.. temuin asiknya duplikasi makanan dan nemuin resep baru yang lebih seru buat seleramu  

Senin, 24 Juni 2013

tumis gembus siram ayam



biarpun kata orang gembus enggak ada gizinya, buat saya gembus itu enak. enak banget. harganya pun murah meriah. dengan uang 2ribu rupiah saya bisa dapatkan 3 gembus dalam plastik. bisa untuk side dish dan untuk makan sehari pokoknya. simbah kalau masak oseng gembus,legit banget. gak ada rahasia bumbu sebenarnya. dia menggunakan minyak cukup banyak untuk menumis rajangan bawang yang juga banyak sehingga menyerap ke dalam gembus. rasanya jadi aduhai banget.

untuk rajangan semangkok besar gembus, saya mengiris segenggam bawang putih dan bawang merah, cabe merah dan cabe rawit sesuai selera. bumbu itu kemudian ditumis dalam minyak hingga berenang, masukkan salam laos. 

setelah harum masukkan gembus ke dalam wajan. aduk-aduk hingga menyerap bumbu. beri kecap manis, garam dan gula jawa. sesekali dikepyur air biar basah dan aduk-aduk cepat supaya gembusnya enggak benyek dan tetap garing dari luar tapi menyerap bumbu hingga ke dalam. 



sudah begitu saja. nah yang bikin sedap adalah tumisan ayam gilingnya. saya mengerjakannya terpisah.
saya merajang halus seruas jahe, 3 cabe merah keriting, 4 bawang putih, 3 bawang merah. tumis bumbu dalam 2 sdm minyak. masukkan 6 sdm daging ayam giling. aduk hingga berubah warna. beri garam dan gula secukupnya. kepyur dengan air supaya bumbu dan ayam tak kering. beri saos tiram sesuai selera. kepyur lagi dengan air dan masak hingga ayam giling matang. gunakan api besar ketika menumis ayam supaya pengerjaannya cepat.
 
tuang tumisan ayam ke atas kering gembus.

sedapnyaaaa...
 
please give it a try..

until then berkah dalem .. dan terus eksplorasi sama makananmu.. temuin asiknya duplikasi makanan dan nemuin resep baru yang lebih seru buat seleramu  


Selasa, 18 Juni 2013

tumis lele daun jeruk



jangan buang-buang makanan. itu selalu yang dibilang bapak saya. karena itu kalau ada sisa lele goreng, saya mengolahnya menjadi masakan sederhana baru. bapak saya membenci lele goreng garing. dia tak suka makan ikan yang seharusnya berdaging lembab, menjadi kering dan garing karena proses menggoreng yang keliru. kata bapak, apa bedanya dengan makan ikan asin. karena itu di rumah saya, kami kalau menggoreng lele enggak pernah sampai kering. 

kadang-kadang memang orang rumah suka belanja makanan meskipun sudah ada masakan di rumah, jadinya apa yang dimasak hari itu tak tersentuh. nah, lele goreng kemarin itu kemudian disuwir-suwir dan ditumis dengan banyak bumbu, sehingga bisa dimakan lagi.



saya menumis ulekan jahe dan bawang putih, rajangan cabe rawit, daun jeruk, bawang bombay dalam 2 sdm minyak hingga harum. kepyur dengan air supaya bumbu tak gosong. beri saos tiram dan kecap, kepyur dengan air sehingga bumbu nyemek dan berenang. masuk lele suwir dan aduk-aduk, biarkan kuahnya asat dan menyerap ke dalam daging lele. 

jadi deh, tumis suwir lele yang aduhaaaaii enaknya... 

menghargai makanan yang kita makan dan tak membuangnya adalah salah satu cara menghormati diri sendiri, menurut saya.. orang terdidik malu lah menggadaikan akal sehatnya..

please give it a try..

until then berkah dalem .. dan terus eksplorasi sama makananmu.. temuin asiknya duplikasi makanan dan nemuin resep baru yang lebih seru buat seleramu